Bantuan untuk Warga di Bromo Mulai Berdatangan
SURABAYA - Pemerintah Kabupaten Problinggo menyediakan 40 pembangkit listrik (jenset) dan 40 tandon air untuk desa yang terkena dampak paling parah akibat letusan Gunung Bromo.
Jenset dan tandon air itu disediakan untuk tiga kecamatan yakni, Kecamatan Sukapura, Sumber, dan Kuriban.
"Masing-masing kecamatan rata-rata 40 Desa untuk pendanaan bersumber dari anggaran Provinsi dan Pusat. Kami hanya memenej saja," kata Hasan Aminuddin, Bupati Probolinggo, di Geduang Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (29/12/2010).
Dia menjelaskan, pembangunan jenset ini dimaksudkan untuk mengatasi kegelapan gangguan listrik di kawasan tersebut. Sebab, sejak erupsi Gunung Bromo sering terjadi gangguan listrik.
Jenset tersebut, dipasang di masing-masing balai desa setempat. Termasuk juga tandon air dengan kapasitas 1.100 liter per tandon. Hal itu sebagai solusi pengadaan air bersih.
"Selanjutnya ada truk tangki air bersih yang disiagakan keliling ke desa-desa. Dengan demikian, warga Probolinggo tidak kesulitan air bersih dari dampak hujan abu," jelas Bupati yang juga Ketua Ormas Nasional Demokrat Jatim.
Pemkab Probolinggo juga memberikan bantuan sembako per kepala keluarga berupa beras 15 kilogram, satu dus mie instan dan satu dus air mineral.
Tak hanya itu, sejumlah kuda milik warga tengger juga dibeli oleh Pemkab. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 50 kuda per kuda dihargai Rp20 juta.
Selanjutnya, kuda-kuda tersebut diserahkan ke Dinas Pariwisata. Kemudian jika situasi sudah aman kuda tersebut akan dijual ke masyarakat dengan cara mengangsur. "Ternak yang beli hanya sapi, Kambing dan Kuda, Pemkab tidak membeli anjing dan ayam," tukas Hasan.
(teb)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar